Kamis, 30 Maret 2023

Selasa, 16 Maret 2021

5 Alasan Kenapa Harus Nonton Vincenzo, Drakor Baru Song Joong Ki


Aktor tampan Song Jong Ki kembali ke layar kaca, Gais. Kali ini, mantan suami Song Hye Kyo itu dipercaya membintangi drama action berjudul Vincenzo.

Vincenzo sudah banyak ditunggu-tunggu penggemar drakor nih. Selain diperankan Song Joong Ki, drama yang tayang di tvN ini memiliki alur cerita yang unik dan enggak biasa.

Nah, bagi pencinta drakor, jangan sampai lewatkan drama ini ya. Simak 5 alasan kenapa kamu harus nonton drama Vincenzo berikut ini:

1. Diperankan deretan aktor terkenal

Drama Vincenzo banyak ditunggu-tunggu penggemar karena menggaet deretan aktor yang terkenal. Beberapa di antaranya adalah Song Joong Ki, Jeon Yeo Bin, dan Taecyeon.

Dalam drama ini, Song Joong Ki bertransformasi menjadi Vincenzo, seorang pengacara Italia sekaligus penasihat mafia. Vincenzo dikenal memiliki metode khusus untuk membalas dendam kepada orang-orang yang menjatuhkannya.

Untuk menghukum para penjahat, Vincenzo bekerjasama dengan Hong Cha Young (Jeon Yoe Bin) dan Jang Joon Woo (Ok Taecyeon). Interaksi ketiga aktor ini paling banyak ditunggu penggemar.

2. Cerita yang tak terduga

Drama ini akan menggambarkan bagaimana seorang pengacara mafia dari Italia berubah menjadi anti-pahlawan. Vincenzo akan menghadapi penjahat dengan kejahatan yang lebih jahat.

"Istilah 'fia' banyak digunakan dalam berita. Berbagai organisasi gelap menggunakan kata 'mafia'. Sambil menonton berita, saya tiba-tiba membayangkan bahwa mafia menjadi satu-satunya yang bisa menghentikan mereka," kata Park Jae Bum, penulis cerita drama ini, dikutip dari Soompi.

Cerita di drama korea Vincenzo tidak bisa diprediksi karena di luar dugaan. Selain itu, alur ceritanya tak hanya menegangkan, tapi juga dibumbui adegan komedi.

3. Drama rasa film

Di penayangan episode perdananya, drama Vincenzo berhasil menarik perhatian pecinta drakor. Tak sedikit yang bilang drama ini lebih cocok tayang di bioskop.

Salah satu alasannya adalah adegan per adegan yang dibuat dengan visualisasi sempurna bak film blockbuster. Selain itu, wajah tampan Song Jong Ki berhasil memukau penonton sepanjang drama.

"Aku sepanjang menontong episode pertama: dia (Song Jong Ki) sangat tampan," tulis seorang netizen.

"Aku belum menontonnya, tapi melihat dari foto-foto, sepertinya drama ini menghibur," ujar yang lain.

4. Kolaborasi penulis dan sutradara terkenal

Sutradara Kim Hee Won akan memegang kendali drama TvN ini. Kim Hee Won pernah mengerjakan proyek terkenal seperti The Crowned Clow dan Money Flower.

"Karena Vincenzo adalah karakter yang dulit ditemui dalam drama Korea, kami melakukan yang terbaik untuk menggambarkan perbedaan dan sesuatu yang tidak lazim secara bersamaan," ujar Kim Hee Won.

Selain Kim Hee Won, penulis Park Jae Bum juga ambil bagian dalam drama ini. Park Jae Bum terkenal sebagai penulis sederet drama populer, seperti The Fiery Priest dan Good Doctor.

Vincenzo menjadi karya baru Park Jae Bum yang menunjukkan esensi komedi gelap. Ia dikenal pandai menangkap momen unik serta menyampaikan pesan tajam di dalam pengembangan plot cerita.

5. Biaya produksi fantastis

Drama Vincenzo mengangkat latar cerita dari negara Italia. Kim Hee won menjelaskan bahwa di menginginkan karakter yang unik dalam drama ini.

"Aku ingin karakter utama menjadi orang dari luar negeri dan orang yang asing, sehingga bisa ada dua jenis komedi dan chemistry baru yang muncul dari dua hal tersebut," ujar Kim Hee Won, dilansir South China Morning Post.

Vincenzo mengeluarkan biaya sekitar 20 miliar won atau setara Rp254 miliar. Biaya ini begitu fantastis untuk memproduksi sebuah drama.

Share:

Minggu, 14 Maret 2021

Ini 5 Alasan Wajib Nonton Drama Korea "Mouse" yang Dibintangi Lee Seung Gi

sumber : google

Baru tayang empat episode tapi drama korea Mouse sudah sukses mencuri perhatian penonton. Ada banyak hal menarik yang bisa jadi alasan Anda untuk ikutan menonton drakor yang satu ini.

Sebelum menyaksikan episode terbarunya, coba intip 5 alasan untuk menonton drama Korea Mouse yang dibintangi oleh Lee Seung Gi di bawah ini!

1. Comeback Lee Seung Gi setelah 2 tahun
Setelah vakum selama 2 tahun pasca membintangi drama Korea Vagabond (2019), Mouse adalah drama Korea comeback Lee Seung Gi. Lee Seung Gi kali ini akan berperan jadi seorang polisi muda yang punya pendirian teguh dan selalu mencari keadilan bernama Jung Ba Reum.

2. Dilengkapi deretan aktor dan aktris Korea terbaik
Selain Lee seung Gi, drama Korea Mouse juga dibintangi oleh deretan aktor dan artis korea terbaik, mulai dari Lee Hee Joon, Park Joo Hyun, Kyung Soo Jin, dan Ahn Nae Sang.


sumber : google

3. Gabungan genre kriminal dan misteri
Drama Korea Mouse menggabungkan genre kriminal dan misteri di dalamnya. Membuat drakor yang satu ini bisa jadi tontonan seru untuk Anda yang tidak suka drama romantis atau komedi.

Drakor ini bercerita tentang kehidupan seorang polisi muda bernama Jung Ba Reum yang mengalami perubahan drastis usai bertemu dengan seorang psikopat kejam yang melakukan pembunuhan. Bersama dengan rekannya, Jung Ba Reum berusaha menangkap sosok psikopat tersebut.

4. Terinspirasi kisah nyata
Cerita drama Korea Mouse terinspirasi oleh kisah nyata yang terjadi di tahun 2017. Kalau itu ada kasus pembunuhan anak SD oleh seseorang yang memiliki gen berbeda dari manusia biasa. Pelaku pembunuhan itu memiliki Gen Psikopat yang tidak memiliki neuron cermin sehingga dia tidak merasakan sakit hati yang dialami orang lain.

Pelaku dengan gen psikopat itu juga tidak dapat merasakan perasaan lain seperti rasa bersalah, simpati, kasih sayang, atau penyesalan.

5. Diarahkan oleh sutradara dan penulis skenario terbaik
Drama Korea Mouse disutradarai oleh Choi Joon Bae, yang sukses menyutradarai drama Korea Come and Hug Me dan The King's Daughter, Soo Baek-Hyang. Sedangkan skrip Mouse ditulis oleh Choi Ran, yang sukses menulis drama Korea Black dan God's Gift - 14 Days.

Drama Korea Mouse tayang setiap hari Rabu dan Kamis, dan Anda bisa menyaksikannya di berbagai layanan streaming online legal.

Share:

Minggu, 14 Juni 2020

PKOR Way Halim Punya Spot Foto Isntagramable



Sejak memutuskan untuk tidak lagi berdomisili di Bandar lampung,  ternyata Spot foto Instagramable di Bandar Lampung semakin banyak. Salah satunya gedung Pasar Seni di Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Way Halim. Spot foto Pasar Seni di PKOR Way Halim terdapat beberapa bangunan warna-warni berjejer dengan bentuk atap seperti segitiga.

Gedung terletak dekat pintu masuk utama PKOR tersebut digandrungi banyak orang terutama kalangan milenial sekadar berswafoto lalu diunggah di media sosial seperti Instagram.

Hanya saja sayangnya dengan fasilitas yang sudah dibuat oleh pemerintah, harus dimanfaatkan oleh orang lain. Ada penarikan uang parkir liar yang disertai karcis buatan.

Aku tipe orang yang ga suka debat masalah parkir ya woles aja sih. Apalagi hanya dengan harga 2000 doang sih gak masalah.

Semoga pemerintah daerah melihat kondisi tersebut, bahwa fasilitas public seperti ini tidak seharusnya dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

SDM, 14/6/20

Share:

Rabu, 01 Januari 2020

Tahun 2019 yang tidak menyenangkan



Tahun 2019 yang tidak menyenangkan....

Saya bisa bilang begitu, karena ditahun ini saya merasakan stress yang tinggi. Merasakan menjalani hari dengan segala kutukan. Kutukan terhadap semesta, mengapa harus menjalani hari-hari yang begitu berat. 

Ingin hilang saja, menjauhi semua manusia. Kecewa, marah, sedih, frustasi dan tercabik-cabik. 

Tapi setelah melihat kembali catatan diari saya, itu hanya fase yang akhirnya saya lewati. Hanya sebagian fragmen yang saya alami selama satu tahun ini. 

Sisanya? Hal-hal yang menyenangkan. Rezeki yang selalu bisa saya syukuri. Bisa jalan-jalan. Punya teman dan keluarga yang support. Menang nominasi perlombaan. Bertemu dengan orang-orang yang menikmati karya. 

Hal-hal yang jauh lebih besar dan banyak dibanding yang tidak menyenangkan. Ternyata semudah itu kita bisa buta sebelah mata dan melihat yang buruk saja. Sibuk meratapi satu dan lupa mensyukuri yang seribu.

Moga tahun 2020 ini Allah tetap ngasih saya hati yang tenang. Betapapun tidak tertebaknya takdir yang Dia berikan. 

Selamat Tinggal 2019!
Selamat Datang 2020! 

Sidomulyo, 1 Januari 2020
12.11 PM 
Share:

Selasa, 08 Oktober 2019

Throwback "Jadi Santri"

Foto : Teman Satu Angkatan versi now

Tahun 2007, selepas lulus SD, saya "dibuang" orang tua ke pondok pesantren. Disana saya menemukan jati diri dan menemukan arti sebuah perjuangan. 

Hampir semua hal yang saat ini saya butuhkan untuk hidup dan menjadi manusia, saya pelajari di pondok. Bukan hanya belajar agama dan sekolah umum. Disana juga saya belajar menjadi individu yang dapat bertahan hidup serta berjuang dalam kompetisi. Berusaha agar tidak berada di lantai dasar dan berjuang di puncak piramida kehidupan. 

Ketika dipondok, semua serba antri. kalau datang terlambat ke ruang makan, siap- siap saja untuk mendapatkan sisa-sisa makanan. Lalu bertahan menahan lapar yang tidak terobati hingga di waktu makan berikutnya. Mandi pun harus antri, kalau sial bisa terlambat ke masjid dan berangkat sekolah. Tidur dan istirahat dengan waktu yang terjadwal dan terbatas. Semua serba terbatas, dari stok makanan, sabun hingga uang jajan. Sebab, dalam seminggu ada jumlah uang minimal yang diperbolehkan saya pegang. Sisanya kemana? dititipkan ke ustadzah. Dulu saya tidak mengerti mengapa harus ada peraturan menitipkan uang? ternyata ini salah satu cara agar kami tidak boros dan menghindari kehilangan. 

Di tengah keterbatasan itu, kreativitas menjadi kata kunci untuk izin ke asrama ketika jam kosong dikelas. atau keluar kelas lebih cepat hanya untuk mencuri waktu tidur sebentar, antri ke ruang makan, menjejer gayung dan alat mandi yang mengantri di depan pintu "Hamam". 

Saya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dalam seni mempertahankan diri. Mencari solusi atas segala permasalahan, baik terhadap diri sendiri yang "bebal" sekali dalam menghafal, berkonflik dengan teman seasrama, pelanggaran ketika tidak menggunakan bahasa resmi pondok, kabur melompati pagar pondok atau terlibat dalam cerita cinta segitiga ala anak remaja. 

Saya terlatih untuk mencari celah, hingga membuat "gelombang iman" jika hal-hal berat datang. Hidup bersosialisasi 24 jam sehari, makan bareng hingga tidur berjamaah, hingga mengalami ujian selama sebulan. Semua saya jalani hingga 6 tahun tanpa merasa menyesal. 

Maka makna menjadi santri bagi saya tidak hanya belajar ilmu agama saja. Lebih dari itu, santri adalah mereka yang hidup dan belajar setiap hari mengalahkan dirinya, egonya, melawan keterbatasan, menerobos segala rintangan dan keluar dari zona nyaman. Agar hidup bisa dilanjutkan dan menjadi bermanfaat bagi orang lain. 

Saya bersyukur, pernah mondok, melewati hari-hari berat menjadi santri. Dan menemukan persaudara yang terbentang luas, lalu merindukannya.... 

Sidomulyo, 8 Oktober 2019 
Pukul 7.10 PM  

Share:

Jumat, 04 Oktober 2019

Negeri ini sakit, pendidikan bisa apa?

Suatu ketika aku pernah bertanya pada seseorang. Hal yang aku tanyakan tentang peranan pascakampus. Setiap diri memiliki peran masing-masing untuk memasuki kehidupan selanjutnya. Kehidupan setelah menjadi ‘maha’ siswa.
“Setiap dari kita apa harus memiliki peranan di ranah politik? Karena kita tahu kondisi negeri ini, sedang tidak baik-baik” ujarku menyela pembicaraan yang awalnya ringan.
 Ia terdiam sejenak lalu mulailah ia menjelaskan.
"Tidak semuanya harus ke ranah politik, setiap diri memiliki bidangnya masing-masing. Bidang apapun itu tetaplah membawa visi seperti orang dulu. Contohnya saja Ki Hajar Dewantara, memiliki visi perubahahan dalam pendidikan. Bisa demikian bukan? Visilah yang membuat seseorang untuk terus melangkah” ujarnya dengan tenang. 
Jika dirasa seseorang bingung pascakampus, aku rasa ia belum menetapkan visinya dalam kehidupan. Sebab pekara pascakampus bukan hanya gaji atau kekuasan semata.
Melihat kenyataan yang terjadi beberapa pekan belakangan, bangsa ini memang sakit. Untuk terjun langsung atau berdemo tak memungkinkan bagiku. Sebagai perempuan, aku juga ingin berperan dalam pendidikan. Lantaran perempuan juga memiliki hak mendapat ilmu dan mengajarkan untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa. 
Alasannya bukan karena tuntutan sarjana pendidikan dan alasan perempuan sebagai madrasah pertama dalam keluarga. Tapi sebagai manusia, kita memiliki kewajiban untuk menjadi manusia yang memanusiakan manusia. Menjadi agen perubahan dalam lingkungan disekitar. 
Maka perempuan dalam dunia pendidikan memiliki peranan yang penting. Menjadi pendidik dan teman untuk anak-anak didiku, aku memiliki visi agar kelak mereka menyenangi membaca dan menulis. Sebab, bagi mereka kedua hal tersebut menyulitkan. Saat ini yang mampu aku lakukan hanya itu. Jika ini mimpi yang terlihat muluk-muluk, biarlah...
aku hanya paham pendidikan dapat merubah keadaan seseorang menjadi lebih baik.
Hingga aku tidak menyesal, atas jalan yang ku tempuh... 
Lampung Selatan, 4 Oktober 2019
Pukul 09.24 PM 

Share:

Senin, 02 September 2019

Takut Sendirian

Lokasi : Masjid Taqwa Metro

“Kalau takut gelap, kamu tinggal bawa senter. Kalau takut tersesat, kamu tinggal pakai ojek atau online gmaps. Kalau takut diculik, kamu tinggal waspada ketika memilih lokasi wisata atau menyimpan nomor polisi untuk panggilan darurat.”

“Sayangnya, setelah dipikir-pikir, aku nggak takut itu semua. Jadi solusi yang kamu tawarkan nggak berguna. Gelap mah nggak papa asal sama-sama. Aku juga nggak takut tersesat–toh sudah sering. Tersesat itu sebutan ketika sendiri. Kalau tersesat berdua namanya berpetualang. Aku juga nggak takut diculik. Aku yakin penculik nggak punya alasan bagus untuk membawaku kemanapun."

Tapi aku takut sendirian.

"Pengen pergi, tapi takut. Tapi pengen pergi.” kataku bicara sendiri.

“Tau nggak cara biar nggak takut sendirian?” tanyaku.

“Cari orang lain, terus kenalan dan jadiin dia bukan orang lain lagi.


Yang hari ini kamu sebut teman, dulunya bukan siapa-siapa kan?

Refleksi pasca ketemu polisi dimana mana
Lampung Selatan, 2 September 2019 | 08.15 PM 
Share:

Sabtu, 31 Agustus 2019

Aku Saja


Seperti biasa, selalu merasa lebih baik setelah menulis. Meskipun aku tetap diam dan mungkin kamu tak membaca, tapi rasanya… lega.
Ternyata banyak hal lebih baik yang bisa kulakukan daripada memikirkanmu. Misalnya, mendoakanmu. Semoga kamu nggak ikut-ikut kelelahan lalu tumbang sakit sepertiku. Semoga aku saja yang kebingungan memikirkanmu seperti malam ini dan malam-malam sebelumnya. Kamu nggak usah, karena aku nggak suka. Nanti kamu nggak produktif. Beda denganku, seharian kesibukanku hanya tidur. Itu sibuk loh, haha. Sibuk menyembuhkan diri biar kuat aktivitas lagi.
Oiya, kata temanku, aku lemah karena akhirnya tumbang juga. Dua hari sebelumnya, aku masih sibuk ngisi bimbel sana sini. Aku ingat aku sengaja pakai bedak dan lipstik yang tebal biar nggak terlihat pucat. Sampai rumah, aku masih menyelesaikan pesanan desain hingga pukul satu.

Setelah merasa cukup istirahat, aku berangkat ke sekolah dan mengajar bimbel. Seperti biasa, sampai magrib lagi. Aku bahkan menangis di dalam garasi, di atas motor setelah pulang. Menangis karena bingung mau merasakan yang mana dulu: pusing di kepala atau tanggungan yang sampai kapanpun seperti tak pernah reda. Dan esok harinya, seperti yang bisa kau tebak, aku tumbang.
Jadi, ketika temanku berkata seperti itu, aku nggak terlalu memikirkannya. Aku tahu persis sakit ini bukan karena lemah, tapi karena butuh istirahat. Malah aku senang karena punya alasan yang cukup baik untuk mengabaikan puluhan chat dari orang-orang, untuk tidur dan nggak melakukan apapun seharian, untuk makan apapun tanpa harus bingung harus lari berapa kilo atau workout model apa besok pagi. Kan aku sakit, haha.

Aku aja yang sakit, kamu jangan 

Selamat Tahun Baru Hijriah ^^

Lampung Selatan, 31 Agustus 2019 | 11.51 PM

Share:

Jumat, 30 Agustus 2019

Tersesat - Jejak Perjalanan


Lokasi : Kota Tua Jakarta
Semoga perjalananmu penuh kemudahan Semoga setiap langkah yang kau ambil mendekatkanmu kepada-Nya. Semoga segala hal yang kau lalui ngga hanya menambah pengalaman, tetapi juga keimanan. Semoga segala kesibukanmu penuh keberkahan. Semoga segala keputusan yang kau ambil selalu disertai ridho-Nya.
Sama sepertimu, aku juga sedang menempuh perjalanan. Aku ingin menemukan diri sendiri. Karena katanya, semakin seseorang mengenal diri sendiri, maka ia akan semakin mengenal Tuhannya. Dalam menempuh perjalanan itu, banyak hal telah kuperoleh, banyak juga hal yang telah kulepas. Sejauh ini, aku banyak mengambil keputusan yang besar dan sulit. Keputusan besar yang entah benar atau tidak dan keputusan yang sulit karena harus kutanggung sendiri risikonya.
Tahu nggak?
Hal yang paling kutakutkan adalah kalau-kalau Allah nggak suka dengan keputusan yang kuambil. Sudah susah payah, tapi Allah nggak suka. Sudah jatuh bangun, tapi Allah nggak ridha. 
"Apa sih tanda Allah ridha dengan apa yang sedang kita perjuangkan?"
"Apa lebih baik aku melakukan hal sederhana saja?" 
"Atau mengejar hal besar yang akan membawaku entah kemana?"
Kau, bisa membantuku menjawabnya?
Lampung Selatan, 30 Agustus 2019

Share:

Kamis, 29 Agustus 2019

Jangan (Bingung)



Kalau suatu hari kamu bingung dan merasa takut tentang masa depan, santai aja. Ingat-ingat bahwa beban hari ini saja sudah berat, tapi kamu bisa melaluinya. Apalagi besok atau lusa?
Jangankan esok lusa tentang menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga, misalnya. Hari ini saja, mungkin banyak dari kita sudah kebingungan menjalani banyak peran. Tentang menjadi anak yang berbakti, cucu yang telaten, kakak yang memberi teladan, muslimah yang bermanfaat, penghafal quran yang istiqomah, teman yang baik, dan diri sendiri.
Rasanya ingin menjadi amoeba yang bisa membelah diri, lalu menjalankan banyak peran dalam satu waktu. Sehingga kita nggak perlu bingung membagi prioritas, nggak perlu merasakan dilema antara mengerjakan tugas atau membantu orangtua, nggak perlu repot mengatur waktu istirahat dan olahraga agar sehat setiap saat, dan nggak perlu memilih, karena kita bisa melakukan segalanya.
Yah, itu kan harapan. Nyatanya, kita punya keterbatasan.
Tapi, tunggu dulu. Mungkin justru disinilah Allah akan menurunkan berkah, hingga pekerjaan yang terlalu banyak ternyata selesai juga. Disinilah Allah akan mengirim teman dan sahabat terbaik untuk meringankan tugas kita. Dan disaat seperti ini pula Allah nggak ingin kita sombong seolah bisa menyelesaikan segalanya sendiri…
Karena kebingungan memaksa kita untuk berdoa, dan merendah memohon pertolonganNya.
Lampung Selatan, 29 Agustus 2019 
10.36 PM
Share:

Senin, 26 Agustus 2019

Pantai Tapak Kera : Surganya Batu Karang


Sumber : Dokumen Pribadi

Keindahan alam di tanah Sai Bumi Ruwa Jurai tidak diragukan lagi.  Destinasi wisata yang ditawarkan pun beragam, mulai dari pantai, snorkeling, keindahan terumbu karang serta bagi pecinta trekking terdapat destinasi untuk menikmati alam dari ketinggian.

Satu contoh adalah pantai yang kami datangi kali ini, yaitu Pantai Tapak Kera di Desa Kenjuruan, Merak Belantung, Kalianda, Lampung Selatan Provinsi Lampung. Pantai ini terbilang baru di kalangan para pelancong dan anak muda penyuka jalan-jalan khususnya di Lampung.

Dengan panorama indah yang belum terjamah banyak orang, pantai ini menjanjikan latar swafoto menakjubkan dengan deretan batu karang eksotis.

Awalnya, warga sekitar menyebut daerah ini dengan nama Penampa Kekha. Dalam bahasa Lampung, nama itu punya makna tempat para kera beristirahat dan berkumpul. Seiring bertambahnya jumlah orang yang berdatangan ke lokasi ini, pelafalannya pun berubah jadi Tapak Kera.

Lokasi pantai indah ini berada di Dusun Kenjuruan, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Letak pantai tersembunyi dan masih sulit ditempuh karena akses jalan yang belum memadai. 

Untuk menuju ke pantai dari kota Bandar Lampung diperlukan waktu lebih dari dua jam. Dan  karena kami dari Sidomulyo, cukup memerlukan waktu 30 menit untuk menuju lokasi. Sampai di pertigaan Dusun Kenjuruan, kami menuju sebuah masjid di sebelah kiri jalan sebagai awal masuk menuju pantai tapak kera. Kami Masuk dan mengikuti jalan tanah sekitar kurang lebih 300 meter hingga bertemu jalan setapak.

Setelah melewati jalan setapak dan perkebunan milik warga,  kami memarkir kendaraan karena jalannya hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki. Jangan cemas, ada juru parkir dan beberapa warung warga yang siap menjaga kendaraan kami. 

Perjalanan selama kurang lebih 20 menit menuju Pantai Tapak Kera.  Kami menyusuri bukit dan ladang pertanian jagung milik warga setempat dan beberapa embung milik warga setempat.

Kami harus mengeluarkan uang Rp20 ribu untuk tiket masuk per orang. Dan Harga ini tak seberapa dibandingkan panorama pantai yang akan di temukan. Jauhnya perjalanan dan panasnya matahari benar benar terbayarkan dengan indahnya pantai tapak kera.

Sumber : Dokumen Pribadi

Jernihnya air laut, pantai berpasir bersih, rimbun pepohonan dan gugusan karang bertebaran seakan bersatu menawarkan keindahan dan menyambut kehadiran kami. Para penggemar foto dapat berswafoto dengan latar gugusan batu karang. Atau naik ke atas karang terjal untuk mengabadikan keindahan pantai dari ketinggian.

Sumber : Dokumen Pribadi 

Di Pantai Tapak Kera, pengunjung tidak dianjurkan untuk berenang saat laut pasang karena batu-batu karang tajam dan terjal bertebaran di lokasi. Meski bahaya, di sisi lain kehadiran hamparan karang ini justru menambah nilai unik dan cantik lokasi pantai.

Saat air laut surut, gugusan karang akan meninggalkan sebuah kolam dangkal. Kolam mini ini dapat dipakai berendam atau bermain air. Sayangnya, ketika kami tiba air laut sedang pasang. Sehingga kami hanya menikmati indahnya pantai diatas karang-karang indah.

Selain untuk penikmat wisata pantai, para pengunjung yang gemar trekking atau lintas alam dapat menemukan tantangan saat menuju lokasi. Akses berupa jalan setapak, naik turun ladang, dan perbukitan cocok untuk menyalurkan hobi tersebut.

Yang perlu diperhatikan, lazimnya di setiap daerah ada norma yang harus dijaga dan dihormati. Di pantai ini, pengunjung wajib menjaga sopan santun dalam berbicara atau bertingkah laku. Dan tetap menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Pantai Tapak Kera merupakan salah satu aset pariwisata lampung yang harus kita kenalkan ke penjuru negeri. Ayo ke Lampung!

Alam sangat indah, kita saja yang enggan untuk menjenguknya.

Sampai bertemu di perjalanan selanjutnya...

Lampung Selatan, 26 Agustus 2019 | 21.30 PM




Share:

Jumat, 23 Agustus 2019

Ratmiku : Pusat Accesories yang Memanjakan Mata




Itu fotonya dimana? Kok bagus?
Bunga asli atau palsu?
Itu di Lampung?

Deretan pertanyaan nitizen memenuhi notifikasi handphone jadul saya. Setelah beberapa detik mengunggah foto di salah satu pusat perbelanjaan. Alay sih, numpang foto disalah satu tempat perbelanjaan. Tapi Jiwa narsisme saya seringkali muncul tanpa disadari. Haha

Ratmiku adalah salah satu pusat perbelanjaan Accesories, Home decor & Fashion Hijab yang ada di Lampung. Ratmiku bisa menjadi pilihan dalam mencari pernak pernik untuk menghiasi rumah, kebutuhan fashion hijab, bahkan perlengkapan untuk pernikahan. Dengan konsep modern kekinian konsumen diberikan banyak pilihan yang unik dengan harga yang terjangkau.




Ratmiku juga memberikan promo di waktu-waktu tertentu. Sepeti halnya pada bulan Agustus ini, bagi siapapun yang bernama Agus dan Ratmi akan mendapat beberapa potongan harga. Adapula promo potongan untuk pembelian barang yang berwarna merah dan putih.

Ratmiku beralamatkan di Jl. Raden Ajeng Kartini, Tj. Karang, Engal, Kota Bandar Lampung diseberang mall kartini. Saya menuliskan ini bukan karena disponsori untuk endorse atau yang lainnya. Saya menulis karena saya suka dan saya perlu membagikan kabar baik ini bagi teman-teman yang membaca. Tapi kalau memang ada honornya saya sangat tidak menolak. Syukur -syukur dapat potongan harga #Ngarep

Hal yang paling menarik lainnya dari Ratmiku adalah rangkaian bunga palsu yang tersusun rapih. Terlihat seperti nyata tetapi palsu. Persis kehidupan ini, haha..

Ratmiku bisa menjadi salah satu referensi belanja Accesories, home decor dan fashion hijab dengan tempat yang nyaman dan memanjakan mata.

Sampai bertemu di perjalanan selanjutnya...

Lampung Selatan, 23 Agustus 2019 | 10.00 AM

Share:

Kamis, 22 Agustus 2019

Muncak Teropong Laut Lampung : Destinasi Diatas Awan


Mau jalan kemana kita?

Pertanyaan yang kami pikirkan sedari pagi pasca mengisi training di Kotabumi Lampung Utara. Sebelum kami semua pulang ke habitat masing-masing, kami berencana ingin menghabiskan sisa waktu di bandar Lampung. Pertanyaan yang mungkin tidak akan ada kalau saja Syarif ( teman saya) pulang ke Jogyakarta sehari sebelumnya. Karena biaya  keberangkatan tertahan, menjadi semacam berkah buat syarif bisa nambah tinggal satu hari dan bisa jalan-jalan ke beberapa tempat wisata di Lampung yang sedang ramai dibicarakan anak muda setempat. Muncak Teropong Laut salah satunya menjadi tujuan kami.

Setelah menunggu Walid hampir 2 jam, akhirnya kami berangkat langsung menuju Muncak Teropong Laut. Sebidang tanah di atas bukit yang sedang dibangun untuk dijadikan cafe. Namun karena terdapat semacam viewing point berupa bangunan kayu yang memiliki latar belakang teluk Lampung, tempat ini pun berangsur ramai dikunjungi.

Terletak di Desa Muncak kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Muncak Teropong Laut menawarkan pemandangan cantik Pesisir Pesawaran dan Teluk Lampung. Bebukitan yang masih rapat ditumbuhi pepohonan, pantai dan laut, serta langit biru di saat cerah, menjadi sebuah daya tarik alam yang dicari ‘wisatawan’ muda untuk difoto. Sebuah daya tarik yang mungkin tidak kita hiraukan selama ini. Hanya sebuah “scenic view cafe” yang belum jadi, tetapi sudah menarik orang untuk datang.


Entah siapa yang memulai foto di atas situ. Dari foto sebelum ada bangunan dan bertahap sampai ada bangunan. Menyebar secara viral di media sosial terutama instagram. Akhirnya setiap hari tempat ini semakin ramai dikunjungi. Luar biasa ya pengaruh media sosial saat ini. Tak butuh waktu tahunan untuk meramaikan suatu tempat. Dalam hitungan minggu suatu tempat yang sebelumnya tidak kita ketahui keberadaannya bisa menjadi beken. Sebenarnya Muncak Teropong Laut ini sudah hitz sejak tahun 2017 awal. Ini kali kesekian saya kesini, sekaligus menjenguk destinasi bersejarah bagi kehidupan saya. Haha

Siang itu saat kami sampai, sudah banyak motor yang parkir. Saat mau masuk ke dalam, seorang penjaga menegur kami dengan ramah dan menjelaskan bahwa kami harus membayar tiket masuk seharga sepuluh ribu rupiah. 

"Wahh harganya naikk, biasanya cuma lima ribu" batin saya dalam hati. Dari pada ribut dengan penjaga, kami mengeluarkan biaya untuk masuk kedalam.


Setelah membayar kami pun masuk ke dalam.
Ternyata sudah banyak anak muda di situ, mungkin ada sekitar belasan orang. Karena kami datang bukan dihari libur, jadi tidak terlalu ramai seperti biasanya.

Persis lurus dari pintu masuk terdapat sebuah beranda dengan pagar kayu. Ada beberapa muda-mudi berdiri bergantian memotret dan dipotret. Beberapa memilih berfoto selfie dan welfie. Sambil menunggu beranda tersebut sepi, kami berkeliling sendiri-sendiri, memotret beberapa sudut. Tak lama beranda tadi terlihat sepi, tidak mau kalah dengan yang lain, kami saling foto di beranda tersebut.

Sayangnya, keadaan muncak Teropong Laut sudah tidak sebagus dua tahun lalu. Ada beberapa spot foto yang mulai rusak, tidak terurus bahkan hilang. Tetapi keindahan yang diberikan tidak berubah sama sekali. Perpaduan birunya laut dan hijau nya pepohonan menjadi obat setelah lelahnya perjalanan menuju muncak ini.


Saya sarankan untuk datang pagi Atau datang menjelang sore saat sinar matahari tidak terlalu keras. Sehingga kamu bisa maksimal memotret latar belakang Teluk Lampung dan langit biru kalau cerah. Selain waktu itu ya boleh-boleh saja datang menikmati suasana dan foto-foto. Yang penting kan sama-sama senang kalau kita jalan-jalan. Meskipun saya belum pernah sekalipun datang pagi pagi sekali. Haha..

Setidaknya, Muncak Teropong Laut bisa menjadi salah satu destinasi wisata. Bagi kamu yang mencintai perbukitan dan pegunungan.

Sampai bertemu di perjalanan saya selanjutnya..

Lampung Selatan, 22 Agustus 2019 | 20.50 PM

Share:

Rabu, 21 Agustus 2019

Kita Tidak Pernah Tahu


Menuliskan ini sambil mengingat-ingat perihal perjalanan yang cukup jauh dilakukan hingga detik ini. Atas kebaikan Allaah Ta’ala yang tiada pernah berhenti meski itu hanya sepersekian detik saja.

Terkadang dalam perjalanan hidup yang kita lalui tak pernah terlepas dari sedih dan bahagia. Kita memiliki kawan selama kita mengarungi kehidupan, kita ditinggalkan oleh orang yang sangat kita percaya, kita dicampakkan oleh orang yang dekat dengan diri kita, atau kita bahagia meski dengan keadaan sulit sekalipun.

Kenyataannya,takdir Allaah selalu berlaku kepada kita sekalipun kita tidak ridha atas itu semua. Tapi pernah tidak kita dibuat bahagia meski diawal penerimaan kita dibuat tertatih-tatih dalam menapakinya?

aku pernah, dan aku mensyukuri itu. sesuatu yang berat memang harus kita lalui. sesuatu yang menyakitkan memang harus kita rasakan. kita perlu dibenturkan, agar kita lebih kuat dalam menapakinya. kita perlu menangis agar kita paham perasaan sakit. Tak apa. lalui saja.

Sebab memprotes takdirNya tidak akan mengubah ketetapanNya. lalu? terimalah dengan baik, berdamailah dengannya, dan bangkitlah dari rasa sakit. setelah itu, berbaik sangkalah selalu dan selalu. Insya Allaah, takdir baik itu akan datang kepadamu dengan ketetapan yang baik.

*Adromedanisa

Lampung Selatan, 21 Agustus 2019

Share:

Senin, 19 Agustus 2019

Review : Film Bumi Manusia




Finnally…

Semenjak munculnya kabar buku “Bumi Manusia” akan difilmkan dengan judul yang sama. Saya tidak sabar membayangkan bagaimana novel fenomenal ini hadir ditengah masyarakat. Bertepatan dengan HUT Republik Indonesia ke 74 saya memutuskan untuk memilih Bumi Manusia sebagai satu hal yang dinantikan. Membayangkan bagaimana Minke diperankan oleh Iqbal Ramadhan.

Tidak seperti hari-hari biasanya, sebelum film dimulai. Seluruh penonton dipersilahkan berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Secara langsung jiwa Nasionalisme memenuhi ruang bioskop.

Namun ternyata Iqbal Ramadhan tampil dengan apik membawakan karakter Minke yang kokoh, cerdas, dan berwibawa. Dalam film ini, ia benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai aktor profesional yang mampu memberikan nyawa bagi karakter yang ia perankan. Meskipun karakter dilan sering kali terlihat ketika minke mencoba merayu annellis.  Adapun hal lain yang sedikit mengganjal yaitu, Minke tokoh utama yang diperankan oleh iqbal terasa sempurna bagi para penonton yang belum membaca bukunya. Namun, terasa aneh bagi yang baca novelnya terlebih dahulu. Mengapa mimik muka Minke dari awal film hingga selesai seperti terintimidasi, kebingungan. Well... itu dia yang mengganjal. Karakter slengekan, penasaran yang tinggi, pengkritik keras pada pribadi Minke seperti pudar di dalam film.

Selain Iqbaal, penampilan luar biasa juga ditunjukkan oleh Sha Ine Febriyanti yang berperan sebagai Nyai Ontosoroh. Watak bijaksana dan teguh pendirian benar-benar bisa kita rasakan hanya dari bagaimana ia menatap. Sebagai sosok yang paling berpengaruh dalam film, Ine bisa membuat kita bahagia saat melihat anaknya menikah, bisa membuat kita merasakan bagaimana perjuangan Nyai Ontosoroh dan merasakan sedih yang teramat dalam saat Nyai Ontosoroh kehilangan anaknya.

Kedua karakter itulah yang mampu mengajak penonton untuk bersimpati pada nasib yang menimpa mereka. Selain mereka, pemain-pemain lain juga tampik dengan apik dan meninggalkan kesan yang berbeda-beda. Meski memiliki durasi yang cukup lama yaitu 3 jam. Bumi manusia cukup berhasil membuat penonton untuk terus menikmati ceritanya. Film ini berpotensi membuat penonton ngantuk. Namun, dalam durasi 3 jam tersebut diisi dengan adegan-adengan romansa, komedi dan tak terduga. Pastikan kamu jangan terlalu banyak minum ketika m\akan masuk kedalam bioskop ya…

Satu hal yang saya salut dari film ini adalah totalitas para pemain dalam memerankan masing-masing peran yang diberikan. Beberapa aktris dan aktor bahkan harus menguasai empat bahasa sekaligus demi mendalami peran mereka. Iqbaal Ramadhan, Mawar Eva de Jongh, Bryan Dormani dan Giorgino Abraham misalnya, mereka harus memahami bahasa Indonesia, Belanda, Inggris dan Jawa demi peran mereka. Meski secara keseluruhan baik, tapi di beberapa kata, telinga saya merasa janggal pada pengucapannya. Aneh. Tapi, masih bisa dipahami. Sulit memang mengucapkan kata yang bukan menjadi bahasa keseharian. Namun, usaha setiap pemeran patut diacungi jempol.

Salah satu aspek yang menyita perhatian saya sinematografi film ini. Bagaimana kamera bergerak, framing, dan hal-hal teknis lainnya berhasil memanjakan mata.  Hal lain yang sangat patut diapresiasi adalah scoring sepanjang durasi. Banyak momen jadi lebih mengena karena adanya sentuhan nada-nada yang ditata sedemikian rupa. Terlebih lagi terdengar begitu mewah dan megah di telinga, maka untuk mendapatkan pengalaman terbaik merasakan atsmosfer haru, tegang, dan lainnya sudah pasti tontonlah di bioskop. Itu sudah cara yang paling benar.

Hal menarik lainnya, lagu Ibu Pertiwi yang dinyanyikan oleh Iwan Fals, Once dan Fiersa Besari sebagai sountrack film Bumi Manusia menambah Ruh pada akhir film. Perpisahan yang terjadi membuat penonton dengan sukarela meneteskan air mata. Termasuk Saya. haha 

Secara singkat, film Bumi Manusia adalah karya yang pantas untuk dihargai dan dirayakan sebagai salah satu sejarah yang membanggakan. Oleh sebab itu, jangan lupa menontonnya di bioskop-bioskop sebelum turun tayang ya…

Salam perfilman Indonesia..
Lampung Selatan, 19 Agustus 2019




Share:

Kamis, 15 Agustus 2019

5 Obat Batuk yang mudah ditemukan di Rumah


Hallo dear...
Kali ini saya ingin menulis sebuah artikel mengenai obat herbal batuk berdahak. Ide ini terpikirkan karena saya sedang dilanda batuk. Setelah berselancar di dunia maya, saya ingin memebagikan informasi ini. 

Mengalami batuk berdahak memang sangat mengganggu. Dada terasa sesak, tenggorokan gatal, bahkan terkadang sampai membuat suara serak. Ketimbang buru-buru minum obat, sebaiknya coba atasi dulu dengan obat batuk berdahak alami yang mungkin sudah tersedia di rumah. Apa saja itu?



Minum obat batuk berdahak alami dapat membantu mengeluarkan dahak yang selama ini bersarang di tenggorokan Anda. Tenggorokan Anda akan terasa lebih lega dan mengurangi batuk berdahak secara perlahan.
Beragam obat batuk berdahak alami yang bisa Anda coba di antaranya:
1. Air Putih Hangat
Minum air putih hangat bisa menjadi salah satu obat batuk berdahak alami yang patut Anda coba. Pasalnya, suhu hangat pada air dapat membantu mengencerkan lendir dan mengeluarkannya dari tenggorokan Anda.
Selain itu, air putih juga dapat membantu menjaga selaput lendir tetap lembap, sehingga mencegah produksi lendir yang berlebihan. Lama kelamaan, batuk berdahak pun akan berkurang.
2. Madu
Manfaat madu memang benar adanya, salah satunya sebagai obat batuk berdahak alami. Ini karena madu memiliki sifat antiradang yang bermanfaat untuk mengobati pilek dan batuk berdahak.
Campurkan dua sendok teh madu ke dalam segelas air, lalu minum secara rutin setidaknya satu sampai dua kali sehari. Anda juga bisa menambahkan irisan lemon supaya rasanya jadi lebih segar.
3. Jahe
Minum teh jahe dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Ini karena jahe memiliki sifat antibakteri dan antiradang yang dapat melawan infeksi penyebab batuk berdahak.
Caranya, masukkan 20 sampai 40 gram irisan jahe segar ke dalam secangkir air panas. Diamkan selama beberapa menit sebelum diminum.
4. Bawang Putih
Bawang putih diketahui mengandung allicin, senyawa yang dapat membantu membunuh bakteri penyebab batuk berdahak.
Sifat antimikroba dan antiradang pada bawang putih dinilai ampuh melawan infeksi yang bersarang di tenggorokan. Maka, bahan yang satu ini cocok menjadi pilihan obat batuk berdahak alami.
5. Kumur Air Garam
Kumur AIr Garam dapat membantu membilas dahak yang memenuhi tenggorokan Anda. Racikan alami ini juga bisa meredakan sakit tenggorokan.
Campurkan segelas air hangat dengan setengah sampai tiga perempat sendok teh garam, lalu aduk hingga rata. Miringkan kepala Anda ke belakang, lalu kumur-kumur dengan air garam.
Ulangi cara ini secara rutin hingga batuk berdahak Anda berkurang perlahan.

*Salam Cerita

Share:

Rabu, 14 Agustus 2019

Puncak Mas Lampung : Poenya Kenangan


Lampung tidak hanya dikenal dengan keripik pisang dan dunia pembegal-an saja. Ternyata Lampung memiliki objek wisata yang tidak kalah menarik. Puncak Mas Lampung salah satunya. Hal ini yang membuat saya dan beberapa teman memutuskan untuk menuju Puncak Mas. Jaraknya tidak cukup jauh dari pusat Kota Bandar Lampung ,yakni hanya sekitar 15 menit perjalanan menggunakan sepeda motor maupun kendaraan beroda empat.
Semenjak dibuka menjadi kawasan wisata umum, Puncak Mas Lampung ini sangat ramai didatangi para pengunjung baik dari kalangan fotografi yang gemar mengabadikan momen momen indah dalam foto, kaum muda mudi yang sangat suka traveling, bahkan keluarga yang ingin menghabiskan akhir pekan nya bersama.

Di sini ada tempat untuk spot foto bersama diatas bukit dengan background Kota Bandar Lampung. Ada beberapa wahana yang cukup mengasyikan juga disini, salah satunya adalah wahana sepeda gantung. Karena kami datang ketika malam sepeda gantung tidak bisa kami nikmati. Angin sepoi-sepoi ditambah udara yang cukup dingin membuat kami sedikit membeku. Tetpi tidak mengurangi kebahagiaan kami menikmati malam di Puncak Mas Lampung. 
Tiket masuk nya cukup murah, hanya dengan uang 20.000 rupiah, kami bisa menikmati pemandangan malam kota Bandar Lampung. Ada banyak miniatur rumah pohon yang bisa dinaiki dan sangat menarik untuk dijadikan spot foto. Hal ini memunculkan jiwa narsis saya meloncat-loncat. haha...

Selain rumah pohon terdapat pula taman untuk berekreasi, taman bermain untuk anak-anak yang sudah lebgkap dengan berbagai permainan yang aman dan seru. Disana juga terdapat jembatan cinta yang sangat viral untuk berfoto. 
Puncak Mas Lampung bisa menjadi salah satu destinasi objek wisata terdekat dan aman untuk wilayah kota Bandar Lampung. Selain lokasinya yang mudah dijangkau, Puncak Mas Lampung memiliki kenangan tersendiri dalam hidup saya. Meskipun ada nyeri yang dirasa ketika diingat.
Tunggu perjalanan saya selanjutnya.... 
Lampung Selatan, 14 Agustus 2019 I 4.00 PM

Share:

Sabtu, 03 Agustus 2019

Hadirkan Hanum Rais, PII Wati Tebar Semangat Berkarya

Hanum Salsabiela Rais, tokoh perempuan Indonesia dengan gemilang karyanya untuk negeri, hadir memenuhi undangan Korpus Korps PII Wati dalam Talkshow Muslimah Muda Berkarya, Sabtu (02/08). Salah satu rangkaian agenda Harlanas PII Wati ke 55 itu sengaja digelar dengan menghadirkan muslimah muda penuh karya untuk menebar inspirasi literasi dan karya untuk perempuan Indonesia. 
Dalam sajian materinya di hadapan ratusan pelajar dan mahasiswi, Hanum menyampaikan bahwa sebagai seorang perempuan, tidak boleh takut untuk berkarya, karena setiap perempuan memiliki potensi besar untuk berkarya.
“Kita tidak boleh kalah dengan zaman, perempuan Indonesia harus terus menerbitkan karya-karya terbaiknya untuk kebermanfatan banyak orang,” ungkapnya.
Hanum juga menegaskan bahwa, perempuan berkarya telah dicontohkan oleh para istri nabi dan banyak sahabiyah, yang bisa seimbang dalam menjalankan peran sebagai istri bagi suami dan ibu bagi anak-anaknya, serta tidak kalah dalam memberi peran terbaik di tengah ummat.
“Kisah Aisyah RA, selain hebat menjadi istri Rasulullah SAW, ia juga terkenal sebagai tokoh muslimah intelek, pernah memimpin perang, dan karya gemilang Aisyah ketika itu. Juga bisa kita mencontoh kepada  Khadijah. Ia adalah bisnis women, pengusaha hebat yang juga tidak melupakan kodrat dan tugasnya sebagai seorang istri Rasulullah SAW, masih banyak contoh lain yang inspriatif,” tutur penulis buku fenomenal ini.
“Tidak usah melihat contoh orang lain. Istri Rasul dan sahabiyah sudah teruji memberi inspirasi terbaik dalam berkarya nyata untuk ummat,” imbuhnya. 
Hanum mengingatkan kepada para pelajar putri dan mahasiswi, untuk tidak berada dalam zona nyaman, untuk bisa menjadi orang berkarya.
“Kalian jangan mau terus berada di zona nyaman. Carilah masalah hidup, hadapi dengan imajinasi terbaik dan solutif, hingga anda jadi orang bangkit dan tangguh dengan karyannya,” ujarnya.
Dalam sesi itu juga, hanum tidak lupa menyampaikan selamat kepada PII Wati yang tengah berbahagia memperingati hari lahirnya ke 55.
“Selamat Harlanas PII Wati ke 55, semoga PII Wati diusianya yang cukup matang terus banyak berkarya.  Dan apresiasi saya yang sangat tinggi, saya bangaa atas karya PII Wati, yang meluncurkan sekolahperempuan.id dan buku anak, ini karya besar yang penting untuk kita apresiasi,” tutupnya. 
Talkshow yang berlangsung selama dua jam di Convention Hall Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta itu, mengahdirkan dua tokoh perempuan lainnya, Aisyah Amirah Nasution, seorang scriptwriter film, dan Sherly Annavita, seorang muslimah influencer. Kedua narasumber juga ikut memberi semangat berkarya dengan peran masing-masing dari catatan karyanya. 
Haslinda Satar, selaku Ketua Korpus Korps PII Wati menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Hanum Rais, Aisyah dan Sherly yang telah memberi energi positif kepada seluruh pelajar putri dan mahasiswi yang hadir, khsusunya bagi kader PII Wati se Indonesia, baik yang hadir dalam forum tersebut, maupun yang menyaksikan di liveinstagram. (FN/Ay) 
Share: